Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami
3 Antibiotik Alami yang bisa Anda Temukan di Rumah

3 Antibiotik Alami yang bisa Anda Temukan di Rumah

Seperti yang dikutip dari klikdokter.com berikut adalah 3 Antibiotik Alami yang bisa Anda Temukan di Rumah:

1. Madu

Orang Mesir sering menggunakan madu sebagai antibiotik alami dan pelindung kulit. Fakta menyebut bahwa madu mengandung hidrogen peroksida, yang memiliki sifat antibakteri. Produk lebah itu juga memiliki kandungan gula tinggi, yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.

Madu juga memiliki tingkat pH yang rendah. Ini membuatnya mampu menarik cairan dari bakteri sehingga menyebabkan mikroorganisme tersbeut dehidrasi dan mati.

Untuk menggunakan madu sebagai antibiotik, Anda dapat mengoleskannya langsung ke luka atau area yang terinfeksi. Anda juga dapat menelan satu sendok makan madu, untuk membantu pengobatan infeksi tubuh bagian dalam. Anda pun bisa mencampurnya ke dalam secangkir teh herbal hangat.

Madu sangat tidak disarankan untuk anak usia satu tahun ke bawah. Ini karena anak usia tersebut belum memiliki sistem pencernaan yang baik, sehingga pemberian madu bisa menyebabkan terjadinya keracunan.

2. Esktrak esensial thyme

Banyak pembersih rumah tangga alami menggunakan minyak esensial thyme. Minyak ini telah terbukti sangat membantu melawan bakteri resisten antibiotik.

Baca juga : Manfaat Susu Beruang Bagi Kesehatan

Pada sebuah studi, peneliti menguji keefektifan minyak esensial lavender dan thyme. Kedua minyak tersebut diuji dalam genangan lebih dari 120 strain bakteri. Tim peneliti menemukan bahwa minyak esensial thyme lebih efektif dalam membunuh bakteri daripada minyak esensial lavender.

Minyak esensial thyme hanya untuk penggunaan luar alias tidak untuk ditelan. Di samping itu, Anda juga wajib mencampurkan minyak ini dengan minyak zaitun atau minyak kelapa sebelum mengoleskannya ke bagian tubuh tertentu, agar tidak menimbulkan peradangan dan iritasi. Satu hal lagi, minyak jenis ini sebaiknya tidak digunakan oleh orang dengan tekanan darah tinggi atau masalah hipertiroid.

3. Ekstrak bawang putih

Bawang putih telah lama dianggap memiliki sifat antimikroba. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa konsentrat bawang putih efektif melawan bakteri.

Untuk mendapatkan manfaatnya, ekstrak bawang putih bisa dibeli di sejumlah tempat. Anda juga dapat membuatnya sendiri, dengan merendam beberapa siung bawang putih dalam minyak zaitun.

Bawang putih umumnya aman untuk dicerna. Akan tetapi, Anda dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya dalam jumlah berlebih. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan pendarahan internal. Jadi, jika Anda mengonsumsi suplemen bawang putih, pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang disediakan.

Jika Anda sedang mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bawang putih sebagai antibiotik. Pasalnya, dosis besar dari ekstrak bawang putih dapat memperkuat efek obat tersebut.

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380