Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Olahraga dapat melatih tubuh seseorang, baik dari segi jasmani maupun rohani. “Pada umumnya, ketika berolahraga fokus sebagian besar orang adalah untuk memperoleh tubuh sehat secara fisik. Namun, tak banyak yang tahu bahwa olahraga juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental. Olahraga dipercaya dapat mengurangi kecemasan, depresi, mood yang negatif, meningkatkan fungsi kognitif, serta menumbuhkan dan rasa percaya diri,” ujar dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Meski olahraga sangat dianjurkan untuk dilakukan, tak setiap orang dapat melakukan semua jenis olahraga. Beberapa dari Anda yang memiliki kebutuhan khusus atau menderita suatu penyakit, tentu harus mengondisikan diri sesuai dengan keadaan dan kapasitas diri, termasuk di antaranya adalah penderita osteoporosis.

Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur kandungan mineral dalam tulang, dan disertai rusaknya bagian dalam tulang. Tulangpun jadi keropos dan rentan mengalami patah tulang.

Dibutuhkan waktu yang cukup lama sampai tulang menjadi keropos. Umumnya, osteoporosis baru diketahui setelah pasien mengalami jatuh atau berada dalam situasi yang membuat tulangnya retak. Tak pelak, berdasarkan penjelasan dari dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, ada sejumlah cedera yang rentan terjadi pada penderita osteoporosis seperti retak pada ruas tulang tertentu.

Karena risiko cedera yang rentan dialami akibat menurunnya kepadatan tulang pada penderita osteoporosis ini, ada beberapa jenis olahraga yang harus dihindari sepertiyang dikuti dari laman Prevention, berikut ini adalah 3 Olahraga yang Harus Dihindari oleh Penderita Osteoporosis:

1. Roll up, sit-up

Roll up atau sit-up mengharuskan pergerakan tulang belakang ke depan. Ketika Anda mengidap osteoporosis, Anda cenderung mengembangkan fraktur kecil pada sendi-sendi tubuh yang kecil. Dengan melenturkan tulang belakang ke depan, bagian tubuh atas akan tertumpu pada tulang belakang. Kondisi ini dapat berakibat fatal bagi penderita osteoporosis yang sudah parah.

2. Golf, tenis, dan boling

Golf memang bisa menjadi cara yang bagus untuk menjalin hubungan dengan rekan kerja atau sekadar menikmati sore pada hari libur. Namun, jika Anda menderita osteoporosis, lebih baik hindari olahraga ini.

Olahraga yang jenis pergerakannya memelintir pinggang—baik itu golf, tenis, atau boling—buruk bagi Anda yang punya masalah osteoporosis. Gerakan memutar tulang belakang secara tiba-tiba dapat menekan persendian, sehingga bisa menyebabkan patah tulang.

3. Melompat dan berlari

Latihan melompat, seperti lompat jongkok (squat), melompat dengan mengarahkan kaki ke depan hingga menyentuh tangan yang direntangkan ke depan (pike jump), melompat ke atas dengan menarik lutut mendekati atau menyentuh dada dan jatuh dengan kaki tetap sejajar (tuck jump), dan plank intensitas tinggi (power plank) dapat mengganggu gerakan berputar dan merusak beberapa bagian tulang di tubuh.

Konon, sebuah lompatan memiliki proses menekuk tulang belakang dan memberi tekanan pada sendi yang mengelilingi tulang belakang. Selain melompat, olahraga seperti berlari juga memberikan masalah yang serupa. Pastikan untuk membatasi melakukan olahraga yang didominasi lompat dan lari.

Pengobatan osteoporosis difokuskan pada peningkatan kepadatan tulang. Selain itu, Anda juga harus berusaha agar tidak jatuh untuk meminimalkan risiko terjadinya keretakan tulang.

“Pengobatan biasanya disesuaikan dengan beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, risiko keretakan, dan riwayat jatuh sebelumnya. Jika Anda didiagnosis mengidap osteoporosis karena adanya keretakan tulang, maka Anda memerlukan pengobatan untuk meminimalisir risiko keretakan yang lebih parah pada masa yang akan datang,” kata dr. Nitish.

Osteoporosis membuat aktivitas fisik jadi terbatas. Tapi, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk melewatkan olaharga. Daripada melakukan tiga jenis olahraga seperti yang dijabarkan di atas, lebih baik lakukan olahraga seperti aerobik dan menari, latihan resisten dengan elastic band resistance, tai chi, atau berenang. Tak hanya itu, usahakan untuk menjaga asupan kalsium dan vitamin D untuk meminimalkan efek terburuk dari osteoporosis.

source: klikdokter

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380