Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

4 Jenis Gangguan Tidur yang Harus Anda Kenali

Gangguan tidur adalah kelainan yang bisa menyebabkan masalah pada pola tidur. Perubahan pola tidur ini dapat berupa sering terbangun di malam hari atau ketidakmampuan untuk kembali tidur setelah terbangun.

Dua hal yang biasanya memicu gangguan tidur adalah gaya hidup dan kondisi lingkungan. Tapi, tahukah Anda bahwa gangguan tidur yang Anda alami dapat menggambarkan kondisi kesehatan. Berikut ini adalah 4 jenis gangguan tidur yang harus Anda kenali:

1. Mendengkur

Mendengkur tidak hanya mengganggu orang-orang di sekitar Anda, tetapi juga dapat membuat Anda terbangun dari tidur pulas. Mendengkur kronis yang disertai dengan terengah-engah, bisa menjadi pertanda bahwa Anda menderita obstructive sleep apnea (OSA).

OSA adalah salah satu kelainan tidur yang apabila tidak diobati akan menimbulkan penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat melakukan perubahan gaya hidup dengan menjaga berat badan tetap ideal dan berhenti merokok.

2. Berkeringat pada malam hari

Keringat malam bisa menjadi pertanda beberapa kondisi kesehatan, mulai dari yang ringan sampai yang serius. Keringat malam sesekali dapat menjadi gejala stres atau reaksi terhadap mimpi buruk. Selain itu, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh juga bisa memengaruhi. Keringat pada malam hari bahkan bisa menjadi gejala dari beberapa jenis kanker, termasuk limfoma dan leukemia.

Jika Anda tidur di lingkungan yang sejuk dan masih mengeluarkan keringat di malam hari secara rutin, segera bicarakan gejala ini dengan dokter.

3. Sering buang air kecil

Seiring bertambahnya usia, frekuensi Anda untuk pergi ke kamar mandi saat malam hari adalah sesuatu yang wajar. Hal ini bisa dikurangi dengan membatasi konsumsi cairan sesaat sebelum tidur.

Akan tetapi, jika Anda sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil lebih dari dua kali, ini bisa menjadi sinyal negatif bagi kesehatan. Sering buang air kecil di malam hari dapat menjadi pertanda adanya pembesaran prostat atau gejala diabetes.

4. Aktif bergerak

Saat tubuh memasuki fase REM (rapid eye movement), seseorang akan lebih aktif untuk bermimpi. Mereka yang mengalami gangguan perilaku REM, tubuhnya tetap dapat bergerak walaupun sedang bermimpi. Hal ini sering menyebabkan mereka menjerit, memukul, atau lompat dari tempat tidur.

Gangguan perilaku REM ini dapat menimbulkan risiko fisik bagi orang-orang yang tidur di sekitarnya. Untuk mengurangi gejala REM, ciptakanlah kondisi lingkungan tidur yang lebih nyaman.

source: klikdokter.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380