Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Suhu terasa lebih dingin dibanding biasanya beberapa hari belakangan ini. Seperti di Bandung pada tanggal 1-5 Juli tercatat suhu rata-rata 17-18 derajat Celsius menurut data BMKG Kota Bandung. Di kawasan Dieng, embun sampai membentuk es karena suhu begitu dingin.

Adakah dampak perubahan suhu yang begitu drastis ini pada kesehatan tubuh? Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari FKUI-RSCM, Ari Fahrial Syam, ada dua penyakit yang bisa timbul bila terjadi perubahan suhu yang terbilang ekstrem seperti saat ini.

Beberapa penyakit yang parah ternyata bisa kembali muncul karena cuaca yang dingin ini. Beberapa di antaranya adalah asma (sesak napas), pilek alergi (rinitis alergi), serta alergi kulit karena udara dingin seperti bentol-bentol atau gatal.

Kulit juga bisa terpengaruh. Beberapa kondisi yang timbul langsung akibat suhu dingin di antaranya kulit menjadi kering, kulit telapak kaki pecah-pecah, pecah-pecah pada bibir, dan mimisian.
Suhu dingin juga akan mempengaruhi daya tahan tubuh. Banyak yang jadi rentan terkena penyakit infeksi virus atau bakteri. Salah satunya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Untuk menghadapi cuaca ekstrim ini, pakai jaket serta tutup kepala, kaus kaki, bila perlu sarung tangan selama beraktivitas di luar ruangan. Agar kulit tak mengalami kekeringan, oleskan losion pada telapak tangan dan kaki. Pakai juga pelembab di bagian bibir dan lubang hidung untuk mengantisipasi terjadinya mimisan. Pastikan juga asupan air putih yang masuk dalam tubuh cukup.

source: vemale.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380