Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami
Gejala Stres Yang Berujung Sakit

Gejala stres yang berujung sakit, stres bisa dialami siapa saja. Ketika Anda terperangkap dalam kondisi tersebut, kesehatan Anda pun bisa ikut menurun. Stres memang bisa memengaruhi kondisi kesehatan Anda. Bahkan, ada beberapa gejala stres yang bisa membuat Anda sakit.

Menurut dr. Theresia Rina Yunita, stres merupakan reaksi fisik dan mental yang alami terhadap pengalaman baik maupun buruk. Respons tubuh terhadap stres, yakni dengan melepaskan sejumlah hormon dan meningkatkan detak jantung serta laju pernapasan.

Ada banyak penyebab stres, seperti tekanan pekerjaan, putus cinta, masalah rumah tangga, dan ekonomi. Jika respons stres terus terjadi, bahkan meningkat, hal itu dapat membahayakan kesehatan karena artinya Anda sudah mengalami stres kronis.

Tanda dari stres yang bisa membuat Anda sakit

Menurut survei American Psychological Association (APA), hampir sepertiga responden mengatakan jika stres berdampak pada kesehatan fisik atau mental mereka. Jika Anda memiliki gejala-gejala ini, stres mungkin bisa membuat Anda sakit:

Baca juga: Tips Untuk Bebaskan Stress di Pagi Hari

  1. Muncul bentol-bentol merah yang gatal

Jika badan Anda tiba-tiba dipenuhi bentol-bentol merah yang gatal, mungkin stres yang harus disalahkan. Ketika tubuh Anda mengalami stres berlebih sistem kekebalan tubuh melemah dan tubuh Anda mulai melepaskan histamin untuk melawan penyakit.

Jika stres tak kunjung hilang, pada dasarnya Anda mengembangkan reaksi alergi dan pada akhirnya muncul gatal-gatal di tubuh.

Ketika sistem kekebalan tubuh dilemahkan oleh stres, kulit Anda juga dapat teriritasi oleh hal-hal yang tidak pernah menjadi masalah sebelumnya, seperti sabun, dingin atau panas, losion, atau deterjen.

  1. Berat badan Anda tak stabil

“Stres memicu pelepasan hormon kortisol, yang mengganggu kemampuan tubuh Anda untuk memproses gula darah dan mengubah cara memetabolisme lemak, protein, dan karbohidrat. Hal itu pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan berat badan,” kata Shanna Levine, MD, seorang dokter di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, Amerika Serikat.

Di sisi lain, stres juga dapat menyebabkan seseorang melakukan perilaku tidak sehat seperti makan berlebih atau justru kurang makan.

  1. Sakit kepala yang tiada henti

Jika Anda jarang mengalami sakit kepala, tetapi tiba-tiba kepala Anda terus sakit, Anda mungkin terlalu stres. Sebab, stres melepaskan bahan kimia yang dapat menyebabkan perubahan pada saraf dan pembuluh darah di otak, sehingga menyebabkan sakit kepala.

Apakah Anda rawan migrain? Hati-hati, stres juga dapat memicu atau memperburuknya. Otot Anda juga menegang ketika sedang stres, yang juga bisa menyebabkan sakit kepala.

  1. Timbul gangguan saluran cerna

Stres dapat mengganggu fungsi saluran cerna Anda, sehingga dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak asam yang menimbulkan mulas.

“Stres juga dapat memperlambat pengosongan makanan dari perut, yang menyebabkan gas dan kembung, dan bahkan dapat meningkatkan kontraksi usus Anda beberapa kali, sehingga menimbulkan kram dan diare,” ujar Deborah Rhodes, MD, seorang dokter penyakit dalam dari Mayo Clinic.

  1. Anda mudah terserang flu

Stres menekan sistem kekebalan tubuh, yang membuat Anda lebih mudah sakit.

“Ketika seseorang stres, mereka mudah jatuh sakit dan dapat terserang flu dengan mudah. Ini muncul karena sistem kekebalan tubuhnya tidak dapat menekan virus,” kata dr. Levine.

Baca juga: 50 Gram Cabai Bisa Tingkatkan Risiko Pikun?

  1. Mudah jerawatan

Jerawat yang muncul di wajah bisa jadi akibat stres. Sebab, ketika Anda stres, tubuh akan memompa lebih banyak hormon, seperti kortisol, yang menyebabkan kelenjar kulit memproduksi lebih banyak minyak.

Minyak berlebih ini bisa terperangkap di dalam folikel rambut, yang kemudian bersama dengan kotoran dan sel-sel kulit mati menghasilkan jerawat.

  1. Otak terasa kabur

Stres dapat membuat Anda sakit mental juga. Terlalu banyak hormon stres kortisol dapat membuat otak lebih sulit untuk fokus atau berkonsentrasi. Pada akhirnya, itu bisa menyebabkan masalah ingatan serta kecemasan atau depresi.

  1. Rambut rontok

Kehilangan beberapa helai rambut adalah normal (folikel rambut lama diganti dengan yang baru seiring berjalannya waktu), tetapi stres dapat mengganggu siklus itu. Stres yang signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke dalam fase istirahat, dan kemudian beberapa bulan setelahnya rambut-rambut tersebut rontok.

Stres juga dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut Anda, yang mengakibatkan rambut rontok.

Itulah beberapa gejala stres yang berujung sakit. Jangan sepelekan kondisi-kondisi itu semua, pastikan Anda bisa meredakan stres lewat berbagai cara yang positif, seperti berlibur, berolahraga, dan lainnya, agar kondisi psikis Anda juga kembali pulih.

source: klikdokter.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2019 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380