Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Tubuh memerlukan pasokan oksigen agar bisa menjalankan fungsinya. Untuk menuju jaringan dan sel-sel tubuh, oksigen akan ‘diantar’ oleh darah. Namun, ada suatu kondisi di mana jaringan dan sel-sel tubuh kekurangan pasokan oksigen. Di dalam dunia medis, kondisi seperti ini dikenal dengan istilah hipoksia.

Pengobatan Hipoksia

Setelah didiagnosis menderita hipoksia, maka pasien harus segera melakukan perawatan khusus di rumah sakit, utamanya untuk mengembalikan kadar oksigen ke jumlah normal, dengan cara mengatasi penyebab hipoksia tersebut.

Baca juga: Apa itu Katarak? Penyebab, Jenis-Jenis dan Gejala Katarak

Cara mengatasi hipoksia yang umum dilakukan adalah:

  • Terapi Oksigen Hiperbarik (TOHB), yakni menempatkan pasien di dalam ruang bertekanan tinggi (hiperbarik) yang di dalamnya berisi oksigen murni. Terapi ini dilakukan pada penderita hipoksia akibat keracunan karbon monoksida
  • Alat bantu napas, yakni memasangkan alat bernama ventilator untuk memperlancar saluran pernapasan. Ventilator dipasangkan dari tenggorokan sampai pita suara
  • Oksigen tambahan, yakni memasangkan alat khusus (bisa berupa masker atau selang) sebagai medium pemasok oksigen tambahan yang berasal dari tabung oksigen

Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan pasien untuk menggunakan alat bantu lainnya seperti inhaler untuk membantu pernapasan. Sementara itu, obat steroid diberikan untuk mencegah peradangan (inflamasi) pada paru-paru.

Penanganan medis yang dilakukan sedini mungkin bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada jaringan tubuh. Oleh sebab itu, jangan menunda-nunda untuk menemui dokter Anda apabila merasakan gejala hipoksia.

Pencegahan Hipoksia

Gaya hidup cukup berperan penting terhadap potensi hipoksia. Oleh karenanya, menerapkan gaya hidup sehat menjadi cara mengatasi dan mencegah hipoksia yang paling utama. Gaya hidup sehat yang dimaksud meliputi:

  • Tidak merokok
  • Menghindari paparan asap rokok
  • Menghindari polusi udara
  • Makan makanan bergizi secara teratur
  • Olahraga
  • Isitirahat cukup

Bahaya Hipoksia

Hipoksia yang tidak segera ditangani akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pasalnya, oksigen memiliki peran vital dalam menjaga jaringan dan sel-sel tubuh agar tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

Beberapa bahaya penyakit hipoksia jika tidak ditangani sedini mungkin adalah:

  • Pneumonia
  • Kerusakan organ kardiovaskular (otak dan jantung)
  • Kerusakan hati (liver)
  • Kejang
  • Perubahan perilaku
  • Kematian

Baca juga: Komplikasi, Diagnosis , Pengobatan dan Pencegahan Cacar Air

source: doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Apotek Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 490050, 493380